{"id":314,"date":"2011-07-24T03:18:39","date_gmt":"2011-07-23T20:18:39","guid":{"rendered":"http:\/\/www.randomlog.org\/?p=314"},"modified":"2022-01-24T06:54:02","modified_gmt":"2022-01-23T23:54:02","slug":"menggunakan-gmail-untuk-cara-manajemen-email-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/menggunakan-gmail-untuk-cara-manajemen-email-terbaik","title":{"rendered":"Menggunakan Gmail untuk cara manajemen Email terbaik"},"content":{"rendered":"<p>Sambungan dari <a href=\"http:\/\/www.randomlog.org\/article\/hosting-sendiri-vs-google-apps-untuk-manajemen-email\/\">sini<\/a>.<\/p>\n<p>Saya memiliki <strong>banyak<\/strong> akun email, mengikuti banyak mailing list, dan menerima banyak sekali email per hari. Namun, saya hanya perlu memeriksa\/login ke 1 buah akun email dan tidak pernah kelewatan email-email penting.<\/p>\n<p>Saya juga tetap bisa mengirim email dari alamat-alamat non-Gmail.<\/p>\n<h2>To the point, berikut adalah langkah-langkah utama yang saya gunakan untuk mengatur email:<\/h2>\n<ol>\n<li>Pilih sebuah akun Gmail sebagai akun utama. Google Apps juga bisa digunakan namun terdapat beberapa layanan Google seperti Google+ yang tidak (belum?) tersedia di Google Apps.<\/li>\n<li>Forward seluruh email lainnya ke akun Gmail utama tersebut. Untuk Yahoo! juga bisa, ada caranya.<\/li>\n<li>Setel filter di Gmail agar email-email dari mailing list atau sejenisnya langsung ter-arsip dan terkena label (sehingga mereka tidak memenuhi Inbox).<\/li>\n<li>Setel agar Gmail bisa mengirim email dari beberapa alamat anda yang lain, yang memang diperlukan (seperti misalnya alamat email kantor).<\/li>\n<li>Dan sekarang di Gmail juga ada <strong>Priority Inbox<\/strong> sehingga kita tidak perlu membuat terlalu banyak filter-filter rumit. Cukup beberapa mailing list super-sibuk saja yang difilter, karena sisanya dapat ditangani oleh Priority Inbox. Email-email yang dianggap tidak penting, otomatis tidak masuk ke dalam Priority Inbox.<\/li>\n<\/ol>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/www.youtube.com\/embed\/5nt3gE9dGHQ\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\"><\/iframe><\/p>\n<p>Dengan langkah-langkah di atas, seluruh email yang anda miliki akan dapat dibaca di 1 tempat, namun tidak memusingkan karena dapat dikatakan Inbox (atau Priority Inbox) akan selalu hanya berisi email-email penting yang memang perlu dibaca\/ditanggapi. Jika tidak, berarti setting filter perlu diperbaiki, atau Priority Inbox masih perlu &#8220;diajari&#8221; lebih lanjut.<\/p>\n<h2>Optional&#8230;<\/h2>\n<p>Gunakan Android, karena (untuk saat ini) hanya ia yang sangat terintegrasi dengan Gmail sehingga fitur-fitur seperti Priority Inbox dan &#8220;kirim email dari alamat lain&#8221; berfungsi dengan sempurna. Android anda tidak akan &#8220;bunyi&#8221; kecuali jika ada email penting yang memang perlu dibaca.<\/p>\n<p>Keuntungan tambahan, cara ini akan lebih menghemat sumberdaya (batre) android anda:<\/p>\n<blockquote><p>Buat apa pasang account email banyak-banyak di HH, kalau 1 account Google bisa menangani semuanya. Biarkan server Gmail yang mengatur, menyortir, dkk., HH tinggal terima beres daftar email yang sudah rapi disortir. HH cukup sync ke 1 account, menggunakan app Gmail yang secara natural pasti paling mantap c2dm (sistim push \/ penghematan sumberdaya) -nya.<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sambungan dari sini. Saya memiliki banyak akun email, mengikuti banyak mailing list, dan menerima banyak sekali email per hari. Namun, saya hanya perlu memeriksa\/login ke 1 buah akun email dan tidak pernah kelewatan email-email penting. Saya juga tetap bisa mengirim email dari alamat-alamat non-Gmail. To the point, berikut adalah langkah-langkah utama yang saya gunakan untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,18],"class_list":["post-314","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-email","tag-gmail"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=314"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":611,"href":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/314\/revisions\/611"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/randomlog.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}